BNN Ungkap Dampak Mengonsumsi Tembakau Gorila

by 2:29 AM
BNN Ungkap Dampak Mengonsumsi Tembakau Gorila
ZoyaQQ — Mantan pilot Citilink Indonesia Tekad Purna Agniamamartanto diduga mengonsumsi narkotik sintetis, tembakau Gorila, sebelum take off menggunakan pesawat QG-800 dari Surabaya ke Jakarta pada Rabu (28/12/2016).

Kabag Humas BNN Slamet Pribadi menjelaskan efek dari tembakau gorila adalah halusinogen. Pada realisasinya, jika dikonsumsi, mimpi pengguna bisa terlihat seperti nyata.

"Misalnya di ketinggian merasa jadi Superman, ya jadi terbang benar. Habis itu selesai. Injak gas nih, ya diinjak nggak mau lihat depan padat atau nggak," jelas Slamet di kantor BNN, Jakarta, Rabu (4/1/2017).

Slamet juga mengatakan orang yang mengonsumsi tembakau gorila akan menjadi lemas, karena rokok tersebut merupakan campuran dari tembakau dan ganja sintetis.
"Dampak seperti ganja, halusinogen. Orang terhalusinasi badan jadi limbung," kata Slamet.

Slamet memaparkan narkoba rokok gorila berasal dari hasil impor. Masyarakat bisa membeli lewat situs belanja online.

"Banyaknya pesan dari luar, home industry belum ditemukan, penjualan dari bisik-bisik dan online," papar Slamet.

Slamet mengakui Rokok Gorila belum masuk ke dalam UU Narkotika. Namun dari sisi kimia, Slamet mengatakan rokok tersebut sudah masuk di dalam kriteria narkotika.

Saat ini pihak BNN sedang merumuskan jenis Rokok Gorila masuk ke dalam UU Narkotika. Masih ada beberapa lampiran lagi yang harus diselesaikan agar rokok tersebut ilegal dan bisa dijerat secara pasal.

"Sekarang sedang masa penyelesaian agar jenis-jenis NPS atau sintetis ini masuk ke dalam UU narkotik," papar Slamet.

Slamet menyebutkan, BNN saat ini tidak memiliki kewenangan untuk bisa melakukan pencegahan terhadap peredaran narkotik sintetis tersebut. Hal ini karena jenis tembakau tersebut belum diatur ke dalam Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Hingga saat ini, zat yang terkandung dalam tembakau gorila belum masuk ke dalam daftar lampiran UU Narkotik yang diperjelas dalam peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes).

Menurut Slamet, tembakau gorila sejauh ini sudah masuk dalam tahap finalisasi draft di Kementerian Kesehatan untuk masuk ke dalam narkotika golongan I.
"Makanya saat ini kami sedang mengupayakan untuk memasukkan 'tembakau gorila' ini ke dalam UU Narkotika," ujar Slamet.

Bahan baku pembuatan tembakau gorila berupa bubuk senyawa kimia yang dicampur dengan air kemudian disemprotkan ke daun tembakau. Bubuk tersebut mengandung zat kimia bernama AB-CHIMINACA. Zat tersebut merupakan salah satu jenis synthetic cannabinoid (SC).

SC akan memberikan efek halusinasi yang sama seperti pada ganja. Selain itu, penggunaan tembakau gorila juga akan menimbulkan efek samping seperti psikosis, agitasi, agresi, cemas, ide bunuh diri, gejala putus zat, bahkan sindrom ketergantungan.

BNN menemukan efek lain penggunaan zat tersebut, seperti stroke iskmeik, hipertensi, takikardi, perubahan segmen ST, nyeri dada, gagal ginjal akut, bahkan infark miokardium.

Tembakau gorila sebenarnya sudah dikenal publik sejak pertengahan 2015 lalu. Namun, penggunaannya masih sangat terbatas di kalangan tertentu. Belakangan tembakau gorila menjadi populer setelah kasus kapten pilot Citilink, Tekad Purna, diduga dalam kondisi mabuk saat hendak menerbangkan pesawat Citilink QG800 rute penerbangan Surabaya-Jakarta, 28 Desember 2016.

Dalam sebuah rekaman suara yang beredar, sang pilot juga terdengar berbicara melantur. Sebagian netizen menduga Tekad menggunakan tembakau gorila.

Pengacara Ahok: Saksi dari FPI Tak Bisa Dijadikan Alat Bukti

by 1:19 AM
Pengacara Ahok: Saksi dari FPI Tak Bisa Dijadikan Alat Bukti
ZoyaQQ — Anggota tim kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Humprey Djemat mempertanyakan kesaksian dari salah satu anggota Front Pembela Islam (FPI) bernama Novel Chaidir Hasan.

Dalam kesaksiannya, Novel mengatakan dirinya pernah mendapatkan banyak aduan dari masyarakat Kepulauan Seribu lewat sambungan telepon dan pesan singkat.

Namun, saat ditanyakan di persidangan, Novel mengatakan seluruh data berupa riwayat pesan atau teleponnya sudah terhapus dari telepon genggamnya. Hal itu, justru menimbulkan pertanyaan baru bagi tim kuasa hukum. Humprey justru menilai tidak pernah ada laporan langsung dari masyarakat Kepulauan Seribu atas dugaan penistaan agama.

"Artinya begini, tidak ada satu pun orang Kepulauan Seribu yang lapor Pak Ahok. Waktu kami tanyakan kepada FPI, bagaimana bisa berhubungan kalau enggak ada komunikasi dengan masyarakat Kepulauan Seribu," kata Humprey di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 4 Januari 2016.

Saat ditanyakan, kata Humprey, Novel justru menganggap masyarakat Kepulauan Seribu tidak beriman karena tidak ada yang melaporkan dugaan penistaan agama secara langsung kepada aparat berwenang. Padahal, hampir seratus persen masyarakat Kepulauan Seribu beragama Islam.

"Katanya, dia (Novel) adalah wakil dari seluruh orang dunia yang keberatan dengan penodaan agama yang dilakukan Pak Ahok. Dia juga bilang kalau enggak ikut melaporkan Ahok, maka mereka enggak seiman. Hal ini bisa menunjukan, bahwa saksi yang dihadirkan tidak bisa dijadikan alat bukti," kata Humprey.

Humprey mengatakan kesaksian empat saksi tersebut dalam sidang dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok digelar kemarin di Auditorium Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, tidak relevan.

Jaksa penuntut umum menghadirkan empat orang saksi, di antaranya dua anggota Front Pembela Islam, Novel Chaidir Hasan dan Muchsin; advokat Gus Joy; dan koordinator Forum Anti Penista Agama, Syamsu Hilal. Mereka dianggap telah berafiliasi dengan lawan politik dan memiliki sentimen negatif terhadap Ahok.

3.904 Warga Jepang Tewas akibat Kecelakaan Lalu Lintas Sepanjang 2016

by 11:28 PM
3.904 Warga Jepang Tewas akibat Kecelakaan Lalu Lintas Sepanjang 2016

ZoyaQQ Jumlah orang meninggal akibat kecelakaan lalu-lintas di Jepang turun 213 orang (5,2 persen) menjadi 3.904 orang meninggal tahun 2016.
Namun jumlah lansia yang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas malah tertinggi jumlahnya sejak 67 tahun lalu.

"Jumlah meninggal 3.904 orang, memang menurun. Tetapi angka di bawah 4.000 orang pertama kali terjadi sejak 67 tahun lalu yang saat itu mencapai 3.790 orang," kata sumber Tribunnews.com, Rabu (4/1/2017).

Jumlah lansia yang berusia 65 tahun atau lebih berjumlah 2.138 meninggal akibat kecelakaan, menurun 109 orang (4,8 persen) dibandingkan tahun 2015. Meskipun demikian, jumlah 2,138 orang itu tertinggi dalam 67 tahun terakhir ini untuk golongan lansia.

Penurunan jumlah kecelakaan karena meningkatnya penampilan keamanan kendaraan bermotor serta antisipasi perawatan medis yang semakin baik, termasuk pula jalan raya yang semakin baik kualitasnya.

Kecelakaan lalu lintas paling banyak di Jepang pada tahun 1970 sebanyak 11,765 orang meninggal dunia.

Per 100.000 jiwa populasi berarti angka terendah tahun 2016 hanya berindeks 3,07 saja dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kecelakaan dengan korban terbanyak terjadi di Aichi dengan jumlah korban 212 orang. Menyusul di Chiba dengan 185 orang. Lalu di Osaka 161 orang meninggal. Di Tokyo hanya 159 orang meninggal dan di Hokkaido sebanyak 158 orang meninggal. Lalu Nagano 121 orang akibat ada bus pelajar yang kecelakaan merenggut jiwa puluhan siswa meninggal.

Dari 47 perfektur, kecelakaan dan meninggal terjadi di 17 perfektur di Jepang.

Jumlah kecelakaan menurun 7 persen menjadi 499,232 kasus kecelakaan. Demikian pula yang luka saat kecelakaan menurun 7,2 persen menjadi 617.931 orang.

Pemerintah Jepang menargetkan per tahun meninggal di bawah 2.500 orang dengan jumlah kasus kecelakaan tak lebih dari 500.000 orang korban. Terutama menjelang Olimpiade 2020 mendatang berdasarkan rencana (proposal) dasar keamanan berlalulintas ke-10 yang diterbitkan tahun lalu.

Facebook Sensor Foto Patung Telanjang Picu Pro dan Kontra

by 9:51 PM
Facebook Sensor Foto Patung Telanjang Picu Pro dan Kontra

ZoyaQQ Kebijakan sensor Facebook atas konten visual berbau pornografi telah berlaku sejak beberapa tahun terakhir. Namun, hingga kini kebijakan itu masih memicu pro dan kontra.
Pasalnya, beberapa kali gambar yang tersensor merupakan karya seni bercita rasa tinggi, bahkan boneka yang merupakan tokoh fiksi, sebagaimana dilaporkan Cnet, Rabu (4/1/2017).

Baru-baru ini, Facebook kembali menyensor gambar yang dianggap mengandung unsur pornografi. Gambar itu tak lain dan tak bukan adalah patung Neptunus yang merupakan ikon bersejarah di Bologna, Italia.

Gambar patung Neptunus tersebut dijadikan foto profil Facebook oleh seorang penulis bernama Elisa Barbari. Lantas, ia mendapat pesan dari tim sensor Facebook.

"Foto ini mengandung unsur seksual yang eksplisit dan menunjukkan bagian tubuh secara berlebihan," begitu lebih kurang isi pesannya, sebagaimana disampaikan Barbari.

Patung Neptunus sendiri merupakan karya pematung tersohor, Giambologna, pada 1560-an. Sejak saat itu, patung tersebut menjadi ikonik di kota Bologna dan tak ada laporan dari pihak yang merasa tersinggung dan terganggu karenanya.
Secara keseluruhan, karya Giambologna memperlihatkan Neptunus yang memegang trisula dan menunjuk ke arah bawah. Di sekelilingnya tampak beberapa anak kecil.

Barbari mengatakan, Facebook tampak serius dengan kebijakan sensornya. Dalam pesan yang diterima Barbari, layanan yang didirikan Mark Zuckerberg itu mengindikasikan tak bisa menoleransi segala bentuk pornografi.

"Penggunaan gambar atau video yang memperlihatkan tubuh telanjang atau lipatan di bawah leher tak diizinkan, bahkan untuk alasan artistik atau pendidikan," begitu pesannya.

Kehebohan sensor Facebook sudah terjadi beberapa kali. September lalu, Facebook menghapus foto ikonik seorang anak yang telanjang selama Perang Vietnam.
Perlu intervensi dari pemimpin redaksi media yang memuat gambar dan perdana menteri di negara bersangkutan untuk membuat Facebook luluh. Foto itu pada akhirnya diberi tempat di Facebook.

Juli 2010 lalu, Facebook bahkan meminta maaf karena sempat menyensor foto payudara boneka yang merupakan karya perancang perhiasan kawakan, Victoria Buckley.

Lagi, Tentara India dan Pakistan Baku Tembak di Kashmir

by 9:01 PM
Lagi, Tentara India dan Pakistan Baku Tembak di Kashmir

ZoyaQQ — Tentara India dan Pakistan, Minggu (1/1/2017), kembali terlibat baku tembak dan saling menyerang posisi lawan di Jalur Pemantauan (LoC), yang memisahkan Kashmir. Demikian diungkapkan sejumlah pejabat terkait.

Kedua pihak terlibat baku-tembak di LoC di Distrik Poonch, sekitar 180 kilometer di sebelah barat-daya Kota Srinagar, ibu kota musim panas Negara Bagian Kashmir yang dikuasai India.

Media pemerintah China, Xinhua, Senin (2/1/2017) melaporkan, para pejabat pertahanan mengatakan baku-tembak meletus sekitar Minggu pukul 10.00 waktu setempat dan berlanjut sampai lebih dari tiga jam.

Tak ada laporan mengenai korban jiwa atau kerusakan di sektor itu. Namun Jumat (30/12/2016), seorang warga sipil tewas dalam peristiwa serupa di sektor tersebut.

Selain korban jiwa di pihak tentara, baku-tembak juga telah merenggut korban sipil di kedua pihak, selain memicu pengungsian warga dari daerah perbatasan.

Tahun lalu terjadi lonjakan bentrokan kecil di Perbatasan Internasional dan LoC antara tentara kedua negara bertetangga tersebut.

New Delhi dan Islamabad saling menuduh masing-masing melakukan penembakan tanpa provokasi dan pelanggaran kesepakatan gencatan senjata.Kedua pihak berkeras tentara mereka memberi tanggapan yang sesuai.

Tentara India dan Pakistan kadangkala terlibat baku-tembak di sepanjang 720 kilometer LoC dan 198 kilometer Perbatasan Internasional di Kashmir, meskipun ada kesepakatan pada 2003 yang menetapkan gencatan senjata.

Meskipun sebagian pelanggaran telah dilaporkan dilakukan oleh kedua pihak, namun gencatan senjata tetap berlaku.

Kashmir, wilayah di Pegunungan Himalaya yang terpecah antara India dan Pakistan, diklaim oleh kedua negara jiran tersebut secara keseluruhan.

Sejak kemerdekaan mereka dari Inggris, keduanya telah tiga kali berperang, dua secara khusus mengenai Kashmir.


Powered by Blogger.